Kerjasama Indonesia-SEAMEO, Buat Pembelajaran Matematika Lebih “Joyful”
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menegaskan komitmennya memperdalam kerja sama pendidikan regional bersama SEAMEO. Kesepakatan terbaru disepakati saat kunjungan kerja Presiden Dewan SEAMEO periode 2025–2027 ke Indonesia pada 2 hingga 5 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan SEAMEO menetapkan prioritas penguatan pembelajaran di bidang sains, matematika, dan STEM. Hal tersebut sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia kawasan Asia Tenggara. Baca juga: Kemendikdasmen Ungkap Alasan Siswa Kesulitan Kerjakan Soal Matematika TKA Menurut Wakil Menteri Kemendikdasmen Atip Latipulhayat, kolaborasi ini diharapkan mampu membawa manfaat nyata, tidak hanya untuk guru dan siswa di Indonesia, tetapi juga seluruh negara anggota SEAMEO. Pendidikan Literasi Keagamaan dan Budaya Indonesia Menginspirasi Dunia Artikel Kompas.id “Kolaborasi regional adalah kunci untuk mempercepat inovasi di segala bidang termasuk Sains, Matematika dan teknologi,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (11/12/2025). Penguatan sains-matematika lewat pusat SEAMEO Sebagai bagian dari kerja sama, Indonesia menjadi tuan rumah bagi beberapa pusat SEAMEO yang berfokus pada pendidikan sains, matematika, dan pendidikan terbuka. Salah satu fokus kerjasama ini adalah pembelajaran matematika dapat diajarkan secara lebih kreatif, relevan, dan berpusat pada pemecahan masalah tingkat tinggi. Tiga pusat utama tersebut adalah: SEAQIS (SEAMEO QITEP in Science): bergerak dalam peningkatan mutu pendidikan sains melalui pelatihan guru, riset, dan pengembangan sumber belajar. SEAQIM (SEAMEO QITEP in Mathematics): fokus pada transformasi pembelajaran matematika dengan filosofi “learning mathematics joyfully and meaningfully.” SEAMOLEC (SEAMEO Regional Open Learning Centre): mengembangkan pembelajaran terbuka dan jarak jauh (open and distance learning), serta mendukung transformasi digital edukasi. Dalam kunjungan ke pusat-pusat ini, delegasi SEAMEO mendapat paparan mengenai keberhasilan program-program. Seperti integrasi STEM, modul pembelajaran berbasis kontekstual, dan pemanfaatan teknologi dalam pengajaran. Baca juga: Rendahnya Nilai Matematika Siswa di TKA, Mendikdasmen Akui Belum Bisa Menyimpulkan Penyebabnya Lihat Foto ilustrasi siswa SD, TKA SD SMP 2026 (iStock/Muhammad Hudari) Agenda kolaboratif: STEM, literasi iklim dan inovasi digital Agenda kerja sama antara Indonesia dan SEAMEO tidak hanya terkait materi Sains dan Matematika, tetapi juga meliputi aspek lebih luas, yaitu: Penyebaran pendidikan STEM dan teknologi di sekolah, termasuk program coding, numerasi, dan literasi digital. Pengembangan kesadaran terhadap isu global, seperti perubahan iklim, melalui program seperti Southeast Asia Climate Change Education Programme (SEACEP) yang dijalankan lewat SEAQIS. Pendampingan guru dan tenaga pendidik lewat pelatihan dan kursus menjadi pendidik sains dan matematika yang kompeten, serta pemanfaatan metode pengajaran inovatif. Upaya transformasi pendidikan ke arah inklusif dan terbuka, terutama lewat pembelajaran jarak jauh dan e-learning melalui SEAMOLEC.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

